Pramono Anung Buka Suara soal TransJakarta Adu Banteng di Cipulir: Sopir Kelelahan Bekerja Dua Hari – Politikus senior sekaligus mantan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, angkat bicara terkait insiden kecelakaan dua bus TransJakarta yang bertabrakan di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan. Ia menyoroti faktor kelelahan pengemudi sebagai penyebab utama kecelakaan tersebut, setelah mendapat informasi bahwa sopir bekerja selama dua hari berturut-turut tanpa istirahat memadai.
Menurut Pramono, kondisi kerja yang terlalu berat berpotensi membahayakan keselamatan penumpang dan pengguna jalan lain. Ia menilai operator transportasi publik harus memastikan jadwal kerja pengemudi manusiawi dan sesuai standar keselamatan. “Kalau benar sopir bekerja dua hari, itu jelas melampaui batas kewajaran. Kelelahan bisa menurunkan konsentrasi dan refleks,” ujarnya dalam pernyataan kepada media.
Pramono Anung Buka Suara Dugaan Faktor Human Error
Pramono Anung Buka Suara Kecelakaan yang terjadi di jalur busway tersebut sempat menimbulkan kepanikan penumpang. Dua armada dilaporkan saling bertabrakan dari arah berlawanan jalur, menyebabkan sejumlah penumpang mengalami luka ringan hingga sedang. Pihak berwenang masih melakukan investigasi untuk memastikan kronologi dan faktor penyebab pasti.
Namun, indikasi awal menunjukkan adanya kemungkinan human error akibat kondisi fisik pengemudi yang tidak prima. Pakar keselamatan transportasi menyebut kelelahan sebagai salah satu faktor risiko terbesar dalam kecelakaan kendaraan besar seperti bus.
Sorotan pada Sistem Manajemen Operator
Pramono menegaskan bahwa tanggung jawab tidak hanya pada sopir, tetapi juga pada sistem pengelolaan operator. Ia meminta evaluasi menyeluruh terhadap manajemen jadwal kerja, pengawasan kesehatan pengemudi, serta penerapan standar keselamatan operasional.
Ia juga mendorong pemerintah daerah dan pengelola TransJakarta untuk memperketat aturan jam kerja maksimal sopir. “Transportasi publik harus sangat mengutamakan keselamatan, bukan hanya sekadar mengejar target operasional saja,” katanya.
Desakan Audit Keselamatan
Sejumlah kalangan meminta dilakukan audit keselamatan terhadap armada dan prosedur operasional TransJakarta pasca-insiden. Audit tersebut dinilai penting untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, terutama mengingat TransJakarta merupakan moda transportasi yang melayani ratusan ribu penumpang setiap hari.
Sementara itu, pihak operator menyatakan akan bekerja sama dengan aparat dan otoritas terkait dalam penyelidikan. Mereka juga berjanji memberikan pendampingan kepada korban serta melakukan evaluasi internal.
Pernyataan Pramono Anung menyoroti persoalan klasik transportasi publik: kesejahteraan dan kondisi kerja pengemudi. Jika benar sopir bekerja selama dua hari tanpa jeda cukup, kasus ini menjadi alarm serius bagi pengelola layanan massal untuk memperbaiki sistem agar keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama Tuna55.