Penusukan di Osaka Tewaskan Remaja 17 Tahun – Insiden penusukan tragis terjadi di kawasan hiburan terkenal Dotonbori, Osaka, Jepang, yang menewaskan seorang remaja berusia 17 tahun serta menyebabkan dua remaja lain mengalami luka serius. Kepolisian Prefektur Osaka menyampaikan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar tengah malam pada Sabtu malam dan kini tengah diselidiki sebagai kasus pembunuhan.
Korban Penusukan di Osaka Bernama Ryunosuke Kamada
Korban tewas diketahui merupakan seorang pelajar bernama Ryunosuke Kamada. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami beberapa luka tusukan di bagian dada dan tubuhnya. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat luka parah yang dideritanya. Dua korban lainnya, yang juga berusia 17 tahun, turut dibawa ke rumah sakit. Salah satunya dilaporkan dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri, sementara korban lainnya mengalami luka serius namun masih dalam perawatan intensif.
Sekitar 10 jam setelah pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian, polisi akhirnya berhasil menangkap seorang pria berusia 21 tahun bernama Ryoga Iwasaki yang diduga sebagai pelaku penusukan. Saat diamankan, ia masih membawa pisau yang diduga digunakan dalam serangan tersebut. Penangkapan ini menjadi titik terang bagi penyelidikan kasus yang sempat menimbulkan kepanikan di kawasan wisata populer tersebut.
Pengakuan Pelaku Penusukan, Karena Panik!
Dalam keterangannya kepada pihak kepolisian, Iwasaki mengaku tidak berniat membunuh. Ia menyatakan bahwa awalnya hanya ingin menakut-nakuti korban dengan pisau. Namun situasi berubah ketika salah satu korban mendekatinya, sehingga ia mengaku secara spontan menusuk korban di bagian dada. Meski demikian, pernyataan tersebut masih didalami penyidik untuk memastikan motif serta kronologi pasti kejadian.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa korban tewas, dua korban luka, serta tersangka ternyata saling mengenal. Mereka disebut sering menghabiskan waktu di area yang dikenal dengan sebutan “Gurishita,” sebuah lokasi populer di dekat papan reklame Glico yang ikonik di Dotonbori. Polisi menduga bahwa sebelum penusukan terjadi, keempatnya terlibat pertengkaran yang kemudian memicu aksi kekerasan tersebut.
Peristiwa bermula ketika pihak berwenang menerima panggilan darurat dari seorang pejalan kaki pada Minggu dini hari. Pelapor mengatakan ada beberapa orang yang ditusuk di pintu masuk lantai dasar sebuah bangunan di distrik Dotonbori. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengerahan petugas ke lokasi kejadian.
Suasana di Sekitar Tempat Kejadian
Situasi di sekitar tempat kejadian sempat menjadi kacau ketika sejumlah mobil polisi dan ambulans berdatangan. Area yang biasanya dipenuhi wisatawan dan pengunjung malam itu berubah tegang karena aparat keamanan berupaya mengamankan lokasi serta memberikan pertolongan medis kepada para korban.
Seorang petugas keamanan berusia 75 tahun yang berada di dalam gedung saat kejadian memberikan kesaksian penting. Ia mengaku mendengar suara benturan keras yang diikuti teriakan. Saat ia melihat ke arah pintu masuk gedung, ia menyaksikan seorang pemuda memegangi perutnya sambil berlari mengejar seseorang. Pemandangan itu membuatnya segera keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Petugas keamanan tersebut kemudian mengikuti arah kejadian dan menemukan seorang pria tergeletak tidak sadarkan diri di dekat sebuah jembatan tak jauh dari lokasi awal. Ia juga melihat jejak darah yang membentang dari pintu masuk gedung hingga titik korban terjatuh. Temuan itu semakin menguatkan dugaan bahwa korban mengalami luka serius sebelum akhirnya roboh.
Setelah melakukan penyelidikan awal dan mengumpulkan bukti, polisi akhirnya menetapkan Ryoga Iwasaki sebagai tersangka atas dugaan pembunuhan karena diduga menusuk Kamada hingga meninggal dunia. Hingga kini, pihak kepolisian masih terus memeriksa tersangka serta mengumpulkan keterangan tambahan untuk memastikan motif sebenarnya dan apakah ada faktor lain yang memicu insiden tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik Jepang karena terjadi di kawasan wisata yang biasanya aman dan ramai. Pihak berwenang juga meningkatkan patroli keamanan di area hiburan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Sementara itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada aparat kepolisian yang sedang menangani kasus tersebut secara menyeluruh. Tuna55