You are currently viewing Mencekam, Meksiko Kerahkan 10.000 Personel Militer Redam Kekerasan Pasca Tewasnya Gembong Narkoba

Mencekam, Meksiko Kerahkan 10.000 Personel Militer Redam Kekerasan Pasca Tewasnya Gembong Narkoba

Meksiko Kerahkan 10.000 Personel Militer Redam KekerasanSituasi keamanan di Meksiko memanas setelah tewasnya gembong narkoba paling berpengaruh di negara tersebut, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho. Pemerintah Meksiko langsung mengerahkan sedikitnya 10.000 personel militer dalam operasi besar untuk meredam gelombang kekerasan yang meletus di berbagai wilayah. Langkah darurat ini diambil setelah serangkaian kerusuhan, bentrokan bersenjata, serta aksi pembakaran meluas hanya beberapa jam setelah kabar kematian pemimpin kartel itu menyebar.

El Mencho diketahui merupakan pemimpin Cartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG), salah satu organisasi kriminal paling kuat dan ditakuti di Amerika Latin. Ia dilaporkan tewas pada Minggu, 22 Februari 2026, setelah mengalami luka serius akibat baku tembak dengan pasukan militer di wilayah Tapalpa, negara bagian Jalisco. Menurut laporan otoritas, ia mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan udara menuju Mexico City untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.

Kerusuhan Meluas di Tujuh Negara Bagian

Kematian tokoh sentral kartel itu memicu reaksi keras dari kelompok bersenjata yang diduga loyal terhadapnya. Dalam waktu singkat, situasi keamanan di sejumlah negara bagian berubah drastis. Kelompok bersenjata memblokir jalan tol utama, membakar kendaraan sipil maupun truk logistik, serta menyerang beberapa tempat usaha. Aksi tersebut diduga bertujuan menciptakan kekacauan sekaligus menunjukkan kekuatan mereka setelah kehilangan pemimpin utama.

Laporan resmi menyebutkan bentrokan antara aparat keamanan dan kelompok kartel mengakibatkan sedikitnya 25 anggota Garda Nasional dan 30 anggota kartel tewas. Selain korban jiwa, aparat juga berhasil menangkap setidaknya 70 orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan di tujuh negara bagian berbeda. Penangkapan massal ini merupakan bagian dari operasi militer skala besar yang diluncurkan pemerintah untuk mengendalikan situasi.

Para pejabat keamanan menyatakan bahwa penyebaran pasukan dilakukan secara strategis, terutama di wilayah rawan konflik, jalur transportasi utama, serta daerah yang menjadi basis operasi CJNG. Pemerintah menilai langkah cepat ini penting untuk mencegah eskalasi kekerasan yang lebih luas, mengingat kartel narkoba di Meksiko dikenal memiliki struktur militer semi-terorganisasi dan persenjataan berat.

Operasi Militer Besar-besaran

Pengerahan 10.000 personel militer menjadi salah satu operasi keamanan terbesar yang dilakukan pemerintah Meksiko dalam beberapa tahun terakhir. Pasukan ditempatkan untuk patroli kota, penjagaan fasilitas publik, pengamanan jalan tol, serta operasi pencarian anggota kartel yang masih aktif melakukan aksi balasan.

Strategi ini tidak hanya fokus pada penindakan langsung, tetapi juga pengawasan ketat terhadap pergerakan kelompok kriminal. Aparat intelijen dilaporkan bekerja sama dengan satuan militer untuk memantau komunikasi jaringan kartel dan mengidentifikasi potensi serangan lanjutan.

Pemerintah juga memperketat pengamanan di bandara, pelabuhan, dan titik perbatasan guna mencegah pelarian anggota kartel ke luar negeri. Selain itu, koordinasi dengan otoritas lokal diperkuat agar respons terhadap insiden dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi.

Dampak Kematian El Mencho terhadap Struktur Kartel

Analis keamanan menilai kematian El Mencho berpotensi memicu perebutan kekuasaan di dalam organisasi CJNG. Dalam struktur kartel narkoba, figur pemimpin biasanya memegang kendali penuh atas operasi perdagangan, distribusi, dan jaringan keamanan internal. Hilangnya sosok sentral seperti El Mencho bisa memunculkan konflik internal antar faksi yang bersaing untuk menguasai kepemimpinan.

Situasi semacam ini kerap memicu peningkatan kekerasan karena masing-masing kelompok berusaha menunjukkan dominasi. Hal itulah yang diduga menjadi pemicu awal kerusuhan di berbagai wilayah setelah kematian sang gembong. Pemerintah Meksiko khawatir konflik internal kartel dapat meluas menjadi perang terbuka antar kelompok kriminal.

Respons Pemerintah dan Seruan Ketertiban

Pemerintah Meksiko menyerukan masyarakat tetap tenang dan mematuhi instruksi keamanan. Presiden dan pejabat tinggi keamanan menegaskan bahwa negara akan menggunakan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk memulihkan stabilitas. Mereka juga menegaskan bahwa operasi militer ini bukan hanya reaksi sesaat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang memberantas kartel narkoba.

Pihak berwenang berjanji akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam aksi kekerasan, sekaligus meningkatkan perlindungan bagi warga sipil. Mereka menilai stabilitas nasional harus menjadi prioritas utama, terutama karena aktivitas kartel Tuna55 selama ini tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.

Situasi Masih Tegang

Meski pasukan telah dikerahkan secara besar-besaran, situasi di sejumlah wilayah masih dilaporkan tegang. Beberapa jalan utama masih dijaga ketat, sementara patroli bersenjata dilakukan sepanjang hari untuk mencegah gangguan keamanan. Pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara real-time dan siap menambah pasukan jika diperlukan.

Kematian El Mencho menandai babak baru dalam perang panjang Meksiko melawan kartel narkoba. Banyak pihak menilai momen ini bisa menjadi peluang bagi pemerintah untuk melemahkan jaringan CJNG secara signifikan. Namun di sisi lain, risiko eskalasi kekerasan tetap tinggi selama struktur kepemimpinan baru di dalam kartel belum stabil.

Untuk saat ini, fokus utama pemerintah adalah memastikan keamanan warga dan mencegah meluasnya konflik. Operasi militer besar-besaran yang sedang berlangsung menjadi bukti bahwa negara tidak ingin memberi ruang bagi kelompok kriminal untuk memanfaatkan situasi pasca kematian salah satu gembong narkoba paling berpengaruh di dunia tersebut.

Leave a Reply