You are currently viewing Kemeriahan Imlek di TMII Lewat Festival Pecinan, Targetkan 50 Ribu Pengunjung

Kemeriahan Imlek di TMII Lewat Festival Pecinan, Targetkan 50 Ribu Pengunjung

Kemeriahan Imlek di TMII Lewat Festival Pecinan, Targetkan 50 Ribu Pengunjung – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, menjadi salah satu agenda budaya besar yang menarik perhatian masyarakat. Festival bertajuk Festival Pecinan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian Pekan Imlek yang berlangsung selama empat hari, yakni 14–17 Februari 2026.

Pihak pengelola Kemeriahan Imlek di TMII menilai momen Imlek merupakan waktu strategis untuk menghadirkan kegiatan wisata budaya sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Karena itu, mereka menyiapkan beragam program hiburan dan dekorasi tematik yang dirancang khusus untuk menciptakan suasana oriental yang meriah dan autentik.

Kemeriahan Imlek di TMII Target Ambisius: 50 Ribu Pengunjung

Manajemen TMII memasang target sekitar 50.000 pengunjung selama penyelenggaraan Pekan Imlek 2026. Target ini telah ditetapkan sejak awal sebagai bagian dari strategi meningkatkan jumlah wisatawan saat musim liburan dan perayaan budaya.

Hingga menjelang penutupan acara, jumlah pengunjung disebut sudah mencapai sekitar 80 persen dari target dan terus bertambah. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap festival budaya tersebut.

Selain menghadirkan hiburan, pihak pengelola juga menyiapkan strategi promosi khusus, seperti diskon tiket bagi pengunjung yang lahir di tahun shio tertentu, termasuk shio kuda. Langkah ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan yang sebelumnya belum memiliki rencana berlibur ke TMII.

Ragam Atraksi Festival Pecinan

Festival Pecinan menjadi daya tarik utama dalam rangkaian acara. Beragam pertunjukan budaya khas Tionghoa ditampilkan, mulai dari barongsai, liong, hingga seni tradisional lainnya yang memukau penonton.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan wushu dance serta atraksi seni topeng cepat Bian Lian yang menghadirkan nuansa oriental semakin kental.

Sebagai penutup rangkaian acara, TMII menghadirkan pertunjukan dancing fountain yang memadukan air, cahaya, dan musik. Atraksi ini disebut selalu dinantikan pengunjung karena menjadi highlight hiburan malam yang spektakuler.

Festival Kuliner dan UMKM

Tak hanya hiburan visual, festival ini juga menghadirkan bazar UMKM dan festival kuliner bertema Imlek. Berbagai makanan khas disajikan, seperti bakmi, gohyong, dan hidangan oriental lainnya yang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

Pengelola memastikan seluruh makanan yang dijual telah melalui proses seleksi dan dipastikan halal, sehingga semua pengunjung dapat menikmati sajian tanpa khawatir.

Keberadaan bazar UMKM juga diharapkan dapat menggerakkan perekonomian pelaku usaha kecil dan menengah yang ikut berpartisipasi dalam festival.

Makna Budaya dan Dampak Sosial

Festival Pecinan di TMII tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya. Pengunjung dapat mengenal tradisi Tionghoa melalui pertunjukan seni, dekorasi tematik, serta kuliner khas yang ditampilkan selama acara berlangsung.

Penyelenggara menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam. Antusiasme pengunjung yang memadati berbagai titik di kawasan TMII, seperti panggung hiburan dan area kuliner, menjadi bukti bahwa festival budaya mampu menjadi ruang interaksi lintas komunitas.

Dengan target puluhan ribu pengunjung, TMII berharap Pekan Imlek 2026 tidak hanya sukses sebagai ajang perayaan, tetapi juga mampu meningkatkan sektor pariwisata dan memperkuat citra destinasi budaya di Jakarta.

Keberhasilan festival ini diharapkan menjadi modal penting untuk menghadirkan acara besar lainnya di masa depan. Jika target tercapai, Festival Pecinan bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan simbol keberhasilan kolaborasi antara hiburan, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu panggung wisata nasional https://npcdesy.com/.

Leave a Reply