You are currently viewing Kartu Pokémon Langka Terjual Rp250 Miliar Lebih, Pecahkan Rekor Termahal Sepanjang Sejarah

Kartu Pokémon Langka Terjual Rp250 Miliar Lebih, Pecahkan Rekor Termahal Sepanjang Sejarah

Kartu Pokémon Langka Terjual Rp250 Miliar Sebuah kartu Pokémon langka kembali menggemparkan dunia kolektor setelah terjual dengan harga fantastis mencapai 16.492.000 dolar AS atau setara ratusan miliar rupiah. Penjualan ini menjadikannya kartu trading termahal yang pernah tercatat dalam sejarah, melampaui seluruh rekor sebelumnya di pasar koleksi kartu.

Kartu yang dimaksud adalah Pikachu Illustrator, salah satu kartu paling langka yang pernah diproduksi. Kartu ini awalnya dibagikan sebagai hadiah dalam serangkaian kontes yang diadakan majalah manga Jepang CoroCoro pada tahun 1998. Ilustrasi pada kartu tersebut dibuat oleh Atsuko Nishida, sosok seniman yang juga dikenal sebagai desainer asli karakter Pikachu. Faktor sejarah, jumlah produksi yang sangat terbatas, serta keterkaitannya dengan kreator asli karakter membuat kartu ini menjadi benda koleksi yang sangat bernilai tinggi.

Pikachu Illustrator: Kartu Langka dengan Nilai Fantastis

Lelang kartu tersebut digelar pada 16 Februari oleh rumah lelang Goldin Auctions yang berbasis di New Jersey, Amerika Serikat. Dari total produksi, hanya 39 kartu yang diberikan kepada pemenang kontes saat peluncuran awal. Kemudian, dua kartu tambahan diketahui dijual pada awal dekade 2020-an oleh mantan pegawai The Pokémon Company. Artinya, hanya ada 41 kartu Pikachu Illustrator yang pernah dibuat di seluruh dunia.

Sebagai perbandingan, jumlah tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan produksi kartu Pokémon secara keseluruhan. Pada tahun 2025 saja, lebih dari 75 miliar kartu Pokémon dicetak secara global. Dengan angka produksi terbatas seperti itu, tidak mengherankan jika Pikachu Illustrator menjadi salah satu kartu paling langka sekaligus paling diburu kolektor.

Menurut lembaga penilai kondisi kartu koleksi Professional Sports Authenticator (PSA), versi yang baru saja terjual ini merupakan satu-satunya kartu dengan penilaian kondisi “GEM MT 10”, yaitu peringkat kualitas tertinggi yang bisa diberikan. Penilaian tersebut menunjukkan kartu berada dalam kondisi hampir sempurna tanpa cacat signifikan, faktor yang sangat memengaruhi harga jual dalam dunia koleksi.

Kartu ini pertama kali ditawarkan dalam lelang pada 6 Januari dengan harga pembukaan sebesar 500.000 dolar AS. Seiring mendekati batas akhir lelang pada pukul 12 siang tanggal 16 Februari, harga terus meningkat hingga mencapai sekitar 6 juta dolar. Namun, menjelang detik-detik terakhir, terjadi lonjakan penawaran dari para kolektor yang akhirnya mendorong harga pemenang menjadi 13,3 juta dolar. Setelah ditambah biaya pembeli sebesar 24 persen kepada rumah lelang, total transaksi mencapai angka final 16,49 juta dolar.

Sebelum dilelang, kartu tersebut dimiliki oleh influencer asal Amerika Serikat, Logan Paul. Ia memperoleh kartu langka itu pada tahun 2021 dari seorang kolektor yang berbasis di Uni Emirat Arab. Saat itu, Paul membelinya dengan kombinasi pembayaran tunai 4 juta dolar serta menukar kartu Pikachu Illustrator versi PSA 9 miliknya yang bernilai hampir 1,3 juta dolar. Total transaksi tersebut sempat mencatatkan rekor sebagai penjualan kartu Pokémon termahal sebelum akhirnya dipecahkan oleh lelang terbaru ini.

Dalam siaran langsung yang dilakukan bersamaan dengan penutupan lelang, Logan Paul terlihat menyerahkan kartu tersebut kepada pemilik barunya, A.J. Scaramucci, seorang investor modal ventura sekaligus putra mantan sekretaris pers Gedung Putih, Anthony Scaramucci. Momen penyerahan itu menjadi sorotan karena menandai perpindahan kepemilikan salah satu item koleksi paling legendaris di dunia pop culture.

Demam Koleksi Pokémon dan Fenomena Investasi Kartu Langka

Meski dalam satu dekade terakhir waralaba gim Pokémon dinilai mengalami penurunan kualitas dari sisi kritik, penjualan fantastis ini justru menunjukkan bahwa popularitas kartu fisik Pokémon masih sangat kuat. Bagi banyak orang, kartu tersebut bukan sekadar permainan, melainkan aset koleksi bernilai tinggi sekaligus instrumen investasi spekulatif.

Fenomena ini juga mencerminkan tren global di mana barang koleksi nostalgia, terutama dari era 1990-an hingga awal 2000-an, mengalami lonjakan nilai. Kolektor tidak hanya membeli untuk kesenangan pribadi, tetapi juga melihatnya sebagai peluang keuntungan jangka panjang.

Namun, tingginya minat terhadap kartu Pokémon juga menimbulkan dampak lain. Kelangkaan stok di toko ritel di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, kerap memicu perselisihan antar pembeli. Bahkan pada Agustus 2025, sempat terjadi insiden di sebuah restoran cepat saji di distrik Shibuya, Tokyo. Saat itu, banyak konsumen membeli paket makanan Happy Meal dalam jumlah besar demi mendapatkan kartu Pokémon edisi terbatas yang disertakan. Setelah memperoleh kartu yang diinginkan, sebagian pembeli justru membuang makanannya dan menjual kartu tersebut kembali secara daring dengan harga jauh lebih tinggi.

Kisah penjualan Pikachu Illustrator ini menegaskan satu hal: di dunia koleksi, nilai suatu barang tidak hanya ditentukan oleh bahan atau fungsi, melainkan oleh sejarah, kelangkaan, kondisi, serta cerita di baliknya. Dengan kombinasi faktor tersebut, kartu kecil bergambar Pikachu mampu mencapai nilai fantastis yang menyaingi karya seni kelas dunia. Tuna55

Leave a Reply