You are currently viewing Duka Terakhir Kopilot Smart Air di Papua, Keluarga Soroti Keamanan Bandara

Duka Terakhir Kopilot Smart Air di Papua, Keluarga Soroti Keamanan Bandara

Tragedi penembakan yang menewaskan kopilot pesawat Smart Air, Kapten Baskoro Adi Anggoro, di Bandara Korowai, Papua, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga sekaligus memunculkan sorotan serius terhadap sistem keamanan penerbangan di wilayah rawan. Peristiwa memilukan ini bukan hanya menjadi kabar duka bagi dunia aviasi nasional, tetapi juga memicu pertanyaan besar tentang standar perlindungan bagi awak pesawat sipil yang bertugas di daerah dengan tingkat risiko tinggi.

Paman almarhum, Doni (56), menyampaikan keprihatinan keluarga terhadap minimnya pengamanan di lokasi kejadian. Ia menilai bahwa insiden tersebut seharusnya menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk mengevaluasi sistem keselamatan penerbangan secara menyeluruh, terutama di wilayah yang memiliki riwayat gangguan keamanan. Menurutnya, keberadaan aparat atau sistem pengamanan di bandara seharusnya menjadi prioritas utama, mengingat penerbangan sipil membawa tanggung jawab besar terhadap keselamatan awak dan penumpang.

Kekhawatiran Keluarga Sebelum Keberangkatan

Doni mengungkapkan bahwa sebelum Baskoro berangkat menjalankan tugas ke Papua, kedua orang tuanya sempat merasakan kegelisahan. Mereka mempertanyakan kondisi keamanan di lokasi penugasan, mengingat daerah tersebut dikenal memiliki pengamanan terbatas. Namun Baskoro meyakinkan bahwa semuanya aman, kemungkinan besar agar keluarganya tidak semakin cemas.

Penugasan itu sendiri terbilang mendadak. Baskoro baru lima hari berada di Papua ketika insiden tragis terjadi. Padahal sebelumnya ia baru saja menjalani perawatan medis setelah sakit. Meski telah berpengalaman sekitar lima tahun sebagai pilot, wilayah Papua bukan rute yang sering ia jalani. Situasi ini membuat keluarga merasa semakin terpukul, karena kepergiannya terasa begitu cepat setelah masa pemulihan kesehatan.

Di mata keluarga, Baskoro dikenal sebagai pribadi yang ceria, humoris, dan penuh semangat. Sejak muda, ia sudah memiliki impian kuat untuk berkarier di dunia penerbangan. Sosoknya dikenal mudah bergaul dan sering mencairkan suasana dengan candaan. Kenangan akan sifat hangatnya kini menjadi penghibur sekaligus sumber kerinduan bagi orang-orang terdekatnya.

Kabar Duka dan Harapan yang Pupus

Keluarga pertama kali mengetahui adanya insiden dari seorang kerabat yang merupakan senior Baskoro dan berada dalam penerbangan yang sama. Informasi tersebut dikirim melalui pesan singkat, menyebutkan bahwa telah terjadi kejadian darurat. Saat itu keluarga masih berharap kondisi Baskoro bisa diselamatkan, apalagi sinyal GPS pesawat masih terdeteksi. Namun harapan tersebut berubah menjadi duka mendalam setelah kabar lanjutan menyatakan bahwa ia telah gugur.

Bagi keluarga, tragedi ini menjadi bukti bahwa sistem pengamanan penerbangan sipil di beberapa wilayah masih perlu ditingkatkan. Mereka menegaskan bahwa perlindungan terhadap bandara dan jalur penerbangan seharusnya menjadi tanggung jawab negara, terutama di daerah yang berpotensi rawan gangguan keamanan. Tanpa pengamanan yang memadai, risiko terhadap awak pesawat dan penumpang dinilai terlalu besar.

Doni berharap pemerintah tidak menganggap peristiwa tersebut sebagai kejadian biasa. Ia menilai tragedi itu seharusnya menjadi peringatan serius agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan penerbangan. Pihak maskapai tempat Baskoro bekerja memang telah datang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Namun hingga kini, keluarga mengaku belum menerima penjelasan rinci terkait sistem pengamanan maupun langkah evaluasi yang akan dilakukan.

Perpisahan Haru di Pemakaman

Suasana penuh duka menyelimuti prosesi pemakaman Baskoro di Tempat Pemakaman Umum Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Jumat sore. Tangis keluarga, sahabat, dan rekan kerja pecah saat jenazah dimakamkan. Upacara diawali dengan ibadah singkat yang mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan almarhum serta memohon kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Lagu-lagu rohani mengalun lembut mengiringi suasana haru. Para pelayat terlihat saling berpelukan, mengenang kebaikan serta dedikasi Baskoro selama hidupnya. Saat peti jenazah perlahan diturunkan ke liang lahat, tangisan semakin tak terbendung. Momen tersebut menjadi detik perpisahan paling berat bagi keluarga.

Ucapan terakhir sang ibu menyentuh hati semua yang hadir. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan pesan perpisahan penuh cinta kepada putranya, seraya berharap suatu saat dapat bertemu kembali. Sang ayah dan nenek pun turut menyampaikan salam perpisahan dengan doa dan harapan agar Baskoro tenang di tempat terbaik.

Kepergian Baskoro meninggalkan duka mendalam, namun juga pesan penting bagi semua pihak. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan penerbangan bukan sekadar prosedur teknis, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dijaga dengan serius. Bagi keluarga, harapan terbesar bukan hanya keadilan dan penjelasan, tetapi juga perubahan nyata agar tidak ada lagi awak penerbangan yang harus kehilangan nyawa karena kelalaian sistem keamanan. Tuna55

Leave a Reply