Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Bantuan Dana untuk Umat Kristen dan Gereja Lewat WhatsApp – Pesan berantai di media sosial dan WhatsApp kembali beredar dengan klaim adanya program bantuan dana besar bagi umat Kristen dan pembangunan gereja. Biasanya, pesan ini disertai video tokoh agama, pejabat, atau pendeta yang seolah-olah mengumumkan program resmi. Namun, berbagai hasil penelusuran menunjukkan bahwa tautan pendaftaran atau nomor WhatsApp yang dibagikan dalam pesan tersebut merupakan bagian dari modus penipuan.
Narasi Hoaks yang Beredar Link Pendaftaran Bantuan Dana
Sejumlah unggahan viral menampilkan video tokoh publik yang diklaim menawarkan bantuan dana hingga miliaran rupiah untuk umat Kristen. Dalam narasi tersebut, penerima diminta mendaftar melalui nomor WhatsApp tertentu Link Pendaftaran Bantuan Dana.
Contohnya, beredar video yang menampilkan pejabat Kementerian Agama seolah-olah mengumumkan bantuan hingga Rp2 miliar untuk kesejahteraan umat dan pembangunan gereja. Faktanya, klaim itu tidak benar dan video tersebut merupakan rekayasa.
Modus serupa juga ditemukan dalam video lain yang menampilkan tokoh gereja yang mengaku bertanggung jawab atas program bantuan dan meminta masyarakat menghubungi nomor WhatsApp untuk pendaftaran.
Bahkan ada unggahan yang menampilkan Sekretaris Umum organisasi gereja nasional yang disebut menawarkan bantuan melalui kontak WhatsApp, dan video tersebut sempat ditonton puluhan ribu kali.
Hasil Penelusuran Fakta
Tim pemeriksa fakta dari berbagai media menemukan bahwa video-video tersebut bukan pengumuman resmi. Hasil pengecekan menunjukkan beberapa video identik dengan konten asli lain yang tidak berkaitan dengan bantuan dana.
Dalam kasus tertentu, suara tokoh dalam video bahkan terdeteksi memiliki probabilitas 99,9 persen dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan (AI), menandakan adanya manipulasi digital.
Selain itu, penelusuran ke kanal resmi lembaga terkait juga tidak menemukan informasi program bantuan seperti yang diklaim.
Ciri-Ciri Modus Penipuan Berkedok Bantuan
Kasus-kasus tersebut memperlihatkan pola yang hampir sama, yaitu:
Menggunakan tokoh agama atau pejabat agar terlihat kredibel.
Menyertakan nominal bantuan besar untuk menarik minat.
Mengarahkan korban ke nomor WhatsApp pribadi.
Tidak ada pengumuman di situs atau akun resmi lembaga.
Lembaga resmi bahkan mengimbau masyarakat agar mewaspadai informasi bantuan yang tidak diumumkan melalui kanal resmi, karena kemungkinan besar merupakan hoaks.
Mengapa Modus Ini Efektif
Penipuan berbasis donasi memang meningkat di media sosial. Sebuah penelitian terhadap jutaan unggahan menemukan ratusan akun penipu yang menjalankan berbagai skema penggalangan dana palsu, termasuk mengarahkan korban ke nomor telepon atau tautan eksternal.
Penipu memanfaatkan empati korban, terutama ketika pesan mengatasnamakan agama atau kegiatan sosial. Mereka sengaja memakai narasi bantuan kemanusiaan agar target percaya tanpa verifikasi.
Klaim adanya link pendaftaran bantuan dana untuk umat Kristen dan gereja lewat WhatsApp adalah hoaks. Berbagai pemeriksaan fakta menunjukkan video yang digunakan sering kali hasil manipulasi atau diambil dari konteks lain. Jika menerima pesan serupa, langkah paling aman adalah tidak menghubungi nomor yang tertera, tidak membagikan data pribadi, dan memverifikasi informasi hanya melalui kanal resmi lembaga terkait Tuna55.