You are currently viewing Bantu Tumbuh Kembang Anak, Ini 10 Aktivitas Sensorik-Motorik Balita

Bantu Tumbuh Kembang Anak, Ini 10 Aktivitas Sensorik-Motorik Balita

Bantu Tumbuh Kembang Anak, Ini 10 Aktivitas Sensorik-Motorik Balita – Pada masa balita, rasa ingin tahu anak berkembang sangat cepat.

Di fase ini, peran orang tua menjadi sangat penting untuk memberikan stimulasi yang sesuai agar pertumbuhan kemampuan kognitif,

bahasa, serta keterampilan fisik anak dapat berkembang optimal.

Menciptakan lingkungan yang kaya akan interaksi, bahasa, dan rangsangan visual menjadi salah satu langkah sederhana namun berdampak besar.

Dekan Mailman Segal Center for Human Development di Nova Southeastern University, Roni Cohen Leiderman,

menjelaskan bahwa aktivitas harian yang terlihat sederhana sebenarnya memiliki pengaruh besar terhadap masa depan anak.

Menurutnya, kegiatan seperti membacakan buku, bernyanyi, atau sekadar bercerita saat berjalan bersama anak merupakan fondasi awal

yang mendukung kesiapan akademis di kemudian hari. Proses belajar pada usia dini tidak harus dilakukan secara formal,

melainkan dapat dikemas melalui permainan yang menyenangkan dan interaktif menggunakan benda-benda di sekitar rumah.

Tumbuh Kembang Anak Kognitif dan Bahasa

Salah satu langkah awal mengenalkan literasi pada balita adalah dengan memberi label pada benda di rumah, seperti kursi, meja, atau lampu.

Cara ini membantu anak memahami bahwa setiap objek memiliki nama sekaligus simbol tulisan yang mewakilinya.

Melatih logika anak juga dapat dilakukan melalui permainan sederhana, misalnya menaruh benda di tempat yang tidak semestinya.

Saat anak mencoba memperbaiki kesalahan tersebut, kemampuan pemecahan masalah dan kategorisasi mereka akan terasah secara alami.

Stimulasi sensorik juga penting untuk perkembangan otak. Orang tua dapat memanfaatkan bahan dapur seperti tepung, air, atau kacang-kacangan

untuk mengenalkan berbagai tekstur kasar, halus, padat, maupun cair.

Melalui pengalaman sentuhan langsung, anak belajar memahami dunia di sekitarnya dengan lebih konkret.

Konsep waktu pun dapat dikenalkan sejak dini dengan membuat kalender sederhana dari karton yang berisi angka dan hari.

Aktivitas ini membantu balita memahami urutan kegiatan harian serta membangun rutinitas yang terstruktur.

Kegiatan berjalan santai di sore hari juga memiliki manfaat besar. Saat berjalan, ajak anak mengamati kendaraan yang lewat, warna bunga,

atau suara di lingkungan sekitar. Profesor Psikologi dari University of California, Linda Acredolo, menekankan bahwa pengalaman

langsung di dunia nyata membantu membangun koneksi saraf yang kuat antara apa yang anak lihat, dengar, dan lakukan.

Melatih Sensorik, Logika, dan Motorik Melalui Permainan Interaktif

Kemampuan observasi dapat dilatih dengan mengajak anak memperhatikan cuaca setiap pagi. Gunakan gambar matahari,

awan, atau hujan untuk membantu mereka mengenali kondisi lingkungan sekaligus memperkaya kosakata.

Orang tua juga bisa melatih pendengaran anak dengan permainan tebak suara. Tutup mata si kecil sejenak lalu buat bunyi dari

benda di sekitar, seperti suara air, bel, atau botol diremas. Latihan ini membantu kemampuan diskriminasi pendengaran yang kelak

penting saat anak belajar mengenali bunyi huruf.

Dalam hal numerasi, berhitung tidak cukup hanya menghafal angka. Anak perlu memahami konsep bahwa setiap angka mewakili jumlah nyata.

Misalnya, ajak mereka menghitung buah di meja atau jumlah anak tangga saat naik.

Pendekatan ini dikenal sebagai one-to-one correspondence dan menjadi dasar kemampuan matematika.

Permainan mengelompokkan benda seperti memisahkan kancing berdasarkan warna atau menyusun mainan menurut ukuran

juga efektif melatih logika dan kemampuan klasifikasi.

Selain itu, aktivitas menggambar menggunakan jari memberikan manfaat ganda. Anak tidak hanya menyalurkan kreativitas,

tetapi juga melatih motorik halus yang kelak diperlukan saat belajar memegang pensil.

Tekstur cat yang licin juga memberi stimulasi sensorik sekaligus mengenalkan konsep pencampuran warna.

Seluruh rangkaian aktivitas tersebut akan lebih efektif jika disertai interaksi dua arah antara orang tua dan anak.

Penelitian perkembangan anak menunjukkan bahwa keterlibatan aktif orang tua saat bermain merupakan faktor utama

yang mempercepat pemahaman konsep pada usia dini.

Linda Acredolo mengingatkan bahwa tujuan utama bukanlah hasil akhir atau jawaban yang benar, melainkan proses eksplorasi.

Ketika anak merasa didukung untuk mencoba Tuna55 dan bereksperimen, rasa percaya diri serta motivasi belajarnya akan tumbuh secara alami.

Leave a Reply